SEDERHANA DLM SUNNAH LEBIH BAIK DARI PADA SEMANGAT TAPI SESAT

Kamis, 05 Juli 2012

NASEHAT BAGI YANG SUKA BERDEBAT (JIDAL)


Bagi seseorang yg suka berdebat maka ingatlah apa yAng para sahabat Rasulullah Sallallahu 'Alaihi wa Sallam sampaikan dibawah ini :


Bilal ibn Sa’d rahimahullah berkata: “Jika kamu melihat seseorang terus-terusan menentang dan mendebat maka sempurnalah kerugiannya.” [al-Adab al-Syar’ iyyah: 1/23]
Wahab ibnu Munabbih rahimahullah Wahab ibnu Munabbih rahimahullah berkata: “Tinggalkanlah jidal dari perkaramu, kerana ia tidak akan dapat mengalahkan salah satu dari dua orang: seseorang yang lebih alim darimu, bagaimana engkau memusuhi dan mendebat orang yang lebih alim darimu? Dan orang yang engkau lebih alim daripadanya, bagaimana engkau memusuhi orang yang engkau lebih alim daripadanya dan ia tidak mentaatimu? Maka tinggalkanlah itu.” [Tahdzibul Kamal: 31/148; Siyarul A’lam : 4/549; Tarikh Dimasyq: 63/388] .
Malik ibnu Anas rahimahullah Ma’n rahimahullah berkata: “Pada suatu hari Imam Malik ibn Anas berangkat ke masjid sambil berpegangan pada tangan saya, lalu beliau dikejar oleh seseorang yang dipanggil dengan Abu al- Juwairah yang dituduh memiliki Aqidah Murji’ah. Dia berkata: “Wahai Abu Abdillah dengarkanlah dariku sesuatu yang ingin saya kabarkan kepada anda, saya ingin mendebat anda dan memberi tahu anda tentang pendapatku.’ Imam Malik berkata, “Hati-hati, jangan sampai aku bersaksi atasmu.” Dia berkata, “Demi Allah, saya tidak menginginkan kecuali kebenaran. Dengarlah, jika memang benar maka ucapkan.” Imam Malik bertanya, “Jika engkau mengalahkan aku?” Dia menjawab, “Maka ikutlah aku!” Imam Malik bertanya lagi, “Kalau aku mengalahkanmu?” Dia menjawab, “Aku mengikutimu?” Imam Malik bertanya, “Jika datang orang ketiga lalu kita ajak bicara dan kita dikalahkannya?” Dia berkata, “Ya kita ikuti dia.” Imam Malik rahimahullah berkata: “Hai Abdullah, Allah azza wa jalla telah mengutus Muhammad dengan satu agama, aku lihat engkau banyak berpindah-pindah (agama) , padahal Umar ibnu Abdil Aziz telah berkata, “Barangsiapa menjadikan agamanya sebagai sasaran untuk perdebatan maka dia akan banyak berpindah- pindah.” Imam Malik rahimahullah berkata: ”Jidal dalam agama itu bukan apa-apa (tidak ada nilainya sama sekali). ” Imam Malik rahimahullah berkata: “Berbantahan dan perdebatan dalam ilmu itu menghilangkan cahaya ilmu dari hari seorang hamba.” Imam Malik rahimahullah berkata: “Sesungguhnya jidal itu mengeraskan hati dan menimbulkan kebencian.” Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang seseorang yang memiliki ilmu sunnah, apakah ia boleh berdebat membela sunnah? Dia menjawab,”Tidak , tetapi cukup memberitahukan tentang sunnah.” (Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, Qadhi Iyadh: 1/51; Siyarul A’lam : 8/106; al-Ajjurri dalam al-Syari’ah , hal.62-65 )

1 komentar:

  1. he he si AHLUL BID'AH (xi axing) sudah jadi JARKONI (bisa beruJAR ndak bisa nglaKONI / menjalankan alias ASBUN / NATO / omong doang.) ngaca dong !!! ngaca!!!

    BalasHapus