SEDERHANA DLM SUNNAH LEBIH BAIK DARI PADA SEMANGAT TAPI SESAT

Sabtu, 07 Juli 2012

NABI TIDAK MENGETAHUI PERKARA GAIB KECUALI YANG DI WAHYUKAN

Sedangkan mengenai perkata
gaib, tidak ada yang
mengetahuinya kecuali Allah
semata. Adapun
RasulullahShallallahu’alaihi
Wasallam serta orang-orang setelah beliau hanya mengetahui
hal gaib sebatas yang telah
diberitahu oleh Allah saja. Yaitu
yang telah dikabarkan melalui Al
Qur’anul Karim dan hadits,
semisal pengetahuan tentang surga, neraka, gambaran
keadaan hari kiamat, atau
perkara lain yang terdapat
penjelasan dari Al Qur’anul
Karim dan hadits yang shahih.
Semisal itu juga, pengetahuan tentang turunnya Dajjal, akan
terbitnya matahari dari barat,
keluarnya dabbah, turunnya
Nabi Isa Al Masih bin Maryam di
akhir zaman, atau perkara-
perkara lainnya. Berdasarkan firman Allah Azza
Wa Jalla di surat An Naml : ِﺕﺍَﻭﺎَﻤَّﺴﻟﺍ ﻲِﻓ ْﻦَﻣ ُﻢَﻠْﻌَﻳ ﺎَﻟ ْﻞُﻗ ﺎَﻣَﻭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَّﻟِﺇ َﺐْﻴَﻐْﻟﺍ ِﺽْﺭَﺄْﻟﺍَﻭ َﻥﻮُﺜَﻌْﺒُﻳ َﻥﺎَّﻳَﺃ َﻥﻭُﺮُﻌْﺸَﻳ “Katakanlah: “Tidak ada
seorangpun di langit dan di bumi
yang mengetahui perkara yang
ghaib, kecuali Allah”, dan
mereka tidak mengetahui bila
mereka akan dibangkitkan” (QS. An Naml: 65) Juga firman Allah di surat Al
An’am: ُﻦِﺋﺍَﺰَﺧ ﻱِﺪْﻨِﻋ ْﻢُﻜَﻟ ُﻝﻮُﻗَﺃ ﺎَﻟ ْﻞُﻗ َﺐْﻴَﻐْﻟﺍ ُﻢَﻠْﻋَﺃ ﺎَﻟَﻭ ِﻪَّﻠﻟﺍ “Katakanlah: Aku tidak
mengatakan kepadamu, bahwa
perbendaharaan Allah ada
padaku, dan tidak (pula) aku
mengetahui yang ghaib” (QS. Al
An’am: 50) Juga firman Allah di surat Al
A’raf: ﺎَﻟَﻭ ﺎًﻌْﻔَﻧ ﻲِﺴْﻔَﻨِﻟ ُﻚِﻠْﻣَﺃ ﺎَﻟ ْﻞُﻗ ُﺖْﻨُﻛ ْﻮَﻟَﻭ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﺀﺎَﺷ ﺎَﻣ ﺎَّﻟِﺇ ﺍًّﺮَﺿ َﻦِﻣ ُﺕْﺮَﺜْﻜَﺘْﺳﺎَﻟ َﺐْﻴَﻐْﻟﺍ ُﻢَﻠْﻋَﺃ ْﻥِﺇ ُﺀﻮُّﺴﻟﺍ َﻲِﻨَّﺴَﻣ ﺎَﻣَﻭ ِﺮْﻴَﺨْﻟﺍ ٍﻡْﻮَﻘِﻟ ٌﺮﻴِﺸَﺑَﻭ ٌﺮﻳِﺬَﻧ ﺎَّﻟِﺇ ﺎَﻧَﺃ َﻥﻮُﻨِﻣْﺆُﻳ “Katakanlah: “Aku tidak
berkuasa menarik kemanfaatan
bagi diriku dan tidak (pula)
menolak kemudharatan kecuali
yang dikehendaki Allah. Dan
sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat
kebajikan sebanyak-banyaknya
dan aku tidak akan ditimpa
kemudharatan. Aku tidak lain
hanyalah pemberi peringatan,
dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang
beriman”” (QS. Al A’raf: 188)
Ayat-ayat lain yang maknanya
senada sangatlah banyak. Terdapat banyak hadits shahih
yang menunjukkan bahwa
Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam tidak mengetahui
perkara gaib. Salah satunya
sabda beliau ketika ditanya oleh Jibril tentang kapan terjadinya
kiamat: ﻦﻣ ﻢﻠﻋﺄﺑ ﺎﻬﻨﻋ ﻝﻮﺌﺴﻤﻟﺍ ﺎﻣ ﻞﺋﺎﺴﻟﺍ “Yang bertanya (Malaikat Jibril)
pun tidak lebih mengetahui dari
yang ditanya (Rasulullah)” (HR.
Al Bukhari bab Al Iman, no.50;
Muslim bab Al Iman, no.10; An
Nasa’i bab Al Iman Wa Syara’i-’u-hu , no. 4991; Ibnu
Majah bab Muqaddimah, no. 64;
Ahmad, 2/426) Kemudian beliau ditanya tentang
5 tanda kiamat yang tidak
diketahui kecuali oleh Allah,
beliau membacakan ayat
Qur’an: ِﺔَﻋﺎَّﺴﻟﺍ ُﻢْﻠِﻋ ُﻩَﺪْﻨِﻋ َﻪَّﻠﻟﺍ َّﻥِﺇ َﺚْﻴَﻐْﻟﺍ ُﻝِّﺰَﻨُﻳَﻭ “Sesungguhnya Allah, hanya
pada sisi-Nya sajalah
pengetahuan tentang Hari
Kiamat; dan Dialah Yang
menurunkan hujan” (QS.
Luqman: 34) Dalil lain, ketika ahlul ifki
menuduh ‘Aisyah
Radhiallahu’anha berbuat zina,
Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam tidaklah mengetahui
tuduhan tersebut benar ataukah bohong, sampai
akhirnya turun wahyu dari Allah
dalam surat An Nur. Dalil lain, ketika ‘Aisyah ikut
pada sebagian peperangan,
kalungnya hilang. Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam pun
tidak mengetahui dimana kalung
tersebut berada sehingga beliau mengutus beberapa orang
untuk mencarinya namun
hasilnya nihil. Setelah unta milik
‘Aisyah berdiri barulah
diketahui ternyata kalung
tersebut selama ini ada di bawah unta. Ini beberapa hadits
dari sekian banyak hadits yang
menunjukkan bahwa
RasulullahShallallahu’alaihi
Wasallam tidak mengetahui hal
gaib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar